Program Residensi Seniman Keramik

  • JCCB4

Program Residensi Seniman Keramik

Mulai bulan Agustus ini akan diselenggarakan kegiatan residensi seniman keramik di studio keramik FSRD ITB. Program kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung dua tahun sebelumnya dengan seniman tamu Sarah Younan dari Wales. Tahun ini seniman tamu yang akan diundang sebanyak 5 seniman dari negara Wales, Jerman, Serbia, Singapura, dan Filipina.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Jakarta Contemporary Ceramic Biennale yang tahun ini menginjak pelaksanaan yang keempat.  Bienal ini diinisiasi oleh Staf pengajar Seni Rupa Asmudjo Joni Irianto dan alumnus studio seni keramik Rifky Effendi. Sampai saat ini keterlibatan FSRD ITB dan alumnusnya sangat tinggi, bahkan bisa disebut bahwa bienal ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Seni Rupa ITB, khususnya seni keramik terhadap perkembangan seni rupa nasional.

Kegiatan ini merupakan pameran yang melibatkan baik seniman keramik maupun seniman non keramik dan telah menjadi salah satu agenda internasional. Hingga kini animo peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut meningkat. Meskipun bentuk dukungan masih belum ideal, akan tetapi perlahan pihak seperti Galeri Nasional, Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Badan Ekonomi Kreatif serta lembaga budaya dari negara terkait serta pihak sponsor mulai memberikan dukungan dan apresiasi.

Pada penyelenggaraan kali ini pola residensi menjadi lebih ditekankan, di mana akan terdapat 22 seniman yang diundang dan dipilih untuk melakukan residensi di tiga institusi pendidikan seni, tiga studio seniman, dua pusat kerajinan keramik, dua industri skala menengah, satu industri keramik, dan satu balai penelitian keramik. Host residensi tersebut tersebar di kota-kota Bandung, Jatiwangi, Yogyakarta, Kasongan, Semarang dan Bali.

Untuk lebih lengkap infonya bisa dilihat di tautan: www.jccbindonesia.org.
Blog: https://jakartacontemporaryceramic.wordpress.com/.
Facebook Page: https://www.facebook.com/JakartaContemporaryCeramicsBiennale.
Twitter: @jccbindonesia.
Instagram : jccb_indonesia

No Nama Seniman tamu Negara Jadual Masuk Jadual Keluar
1 Danijela Pivasevic Tenner

Lahir di Belgrade, Serbia, Danijela Pivašević-Tenner merupakan seorang perupa keramik yang kini berbasis di Neumünster, Jerman. Ia lulus dari program pascasarjana terapi seni di Berlin Weissensee School of Art pada tahun 2010. Pada tahun 2009 ia memenangkan hibah dari Yayasan Dr. Hans Hoch, dan hingga belakangan menjadi direktur artistik dari program residensi seni keramik yang diadakan yayasan tersebut di Neumünster. Karya-karyanya cenderung mempermainkan asosiasi hasil keluaran medium keramik ke dalam bentuk-bentuk lain, meninggalkan kesan tak terduga dalam mentransformasi medium serta wacana yang mengiringinya

Serbia-Jerman 31 Juli 2016 1 Agustus 2016
2 Elodie Alexander

Elodie Alexandre merupakan perupa dan ilustrator berkebangsaan Perancis yang saat ini berbasis di New Delhi India. Ia mendapatkan gelar Master of Arts keramik dari Cardiff School of Art and Design (CSAD), Wales, Inggris Raya, pada tahun 2013, setelah sebelumnya tinggal lebih dari sepuluh tahun di Inggris sebagai penerjemah. Karya-karya Alexandre diwarnai rasa gambar yang kuat. Pilihan warna-warnanya yang cerah mengiringi gubahan penggambaran benda-benda rumah tangga dan lingkungan domestik ke dalam objek-objek keramik berukuran kecil. Karya-karyanya sekilas akan meninggalkan kesan gambar sketsa, menjadi tontonan ilustratif yang melintasi bidang dua dan tiga dimensi, mencerap keseharian, dan menyediakan cerita-cerita kecil tentangnya

Perancis 5 September 2016 5 Oktober 2016
3 Ljubica Jocic Kneževic 

Menetap di Belgrade, Serbia, selain menjadi perupa Kneževic juga merupakan profesor bidang keramik di fakultas seni terapan dan desain, Belgrade Art University. Saat ini ia tengah menempuh studi doktoral di tempat yang sama, dengan juga pernah belajar di bawah Profesor Harumi Nakashima di Tajimi Pottery & Design Ceramic Institute. Karya-karya Kneževic banyak memanfaatkan pilinan porselen, yang membidang dan menyatu ke dalam komposisi-komposisi abstrak ekspresif yang seperti gambar. Penggambaran ekspresif yang demikian juga seringkali tampil dalam bingkai kayu bergaya ornamen klasik Barok, memperlihatkan ekspresi multimakna yang menjangkau dan menyandingkan di antara ekspresi lampau dengan ekspresi kontemporer pada waktu yang bersamaan

Serbia 1 November 2016 30 November 2016
4 Angie Seah–(1979;

Tinggal dan bekerja di Singapura, Angie Seah adalah seorang perupa lintas medium yang banyak mempergunakan keterhubungan di antaranya sebagai perpanjangan tangan ekspresi keseharian. Dari karya-karyanya, tercermin nuansa lingkungan sosial manusia yang kaya akan kehidupan itu sendiri. Entah dalam berbagai aksi performatif, happenings yang ritualistik, atau juga dalam bentuk-bentuk yang lebih berdiam, unsur-unsur yang disusunnya menjangkau sambil sekaligus mengelilingi audiens ke dalam konstruksi dunia tanda pribadinya yang khas. Lewat karya-karyanya yang sedemikian rupa, Angie mengingatkan kita tentang bagaimana makna berjalin dalam penempatan benda dan tanda di antara gapaian dan aktivitas pribadi dengan jejaring yang dilintasinya dalam kebersamaan: menjadi khas selagi mencari pertautan wujud, gagasan, serta sensasinya sendiri di tengah kita

Singapura 1 Oktober 2016 30 November 2016
5 Kawayan de Guia

De Guia merupakan salah satu perupa kontemporer Filipina yang dikenal malang melintang di medan seni rupa internasional. Berbasis di Baguio City, karya-karyanya sering hadir melalui media yang bercampur. Banyak darinya merupakan lukisan, namun ia juga sering menggabungkannya dalam hubungan dengan retorika konseptual ke dalam bentuk-bentuk instalatif, fotografi, dan video. Gagasan-gagasan dalam karya de Guia seringkali memberikan perhatian kepada persoalan yang khas dalam pertemuan di antara keinginan material urban Kebarat-baratan dengan akar bahasa dan praktik dalam kria lokal. Hal ini menjadi isu yang bergema baginya sebagai perupa berkebangsaan Filipina yang memiliki darah keturunan Jerman dan berpenampilan bule. De Guia seolah menciptakan “relikui baru,” sebagai gambaran perpanjangan interaksi dan sikap geopolitis di antara elemen pengaruh kolonial Barat dengan realita lokal yang terpraktikan

Filipina 1 November 2016 30 November 2016

Profil Seniman :

 

Berita Terkait