Jalur Minat Studi 2 Dimensi

Pada Kurikulum 2013 yang berlaku mulai Tahun Akademik 2013/2014 memiliki Jalur Minat Studi 2 Dimensi yang merupakan gabungan dari :

1. Seni Lukis
Seni Lukis adalah seni menyusun pigmen di atas bidang (kanvas, kertas, kayu, tembok, dan lain sebagainya) untuk menghasilkan efek-efek : a) representasi obyek atau pemandangan, baik melalui alam maupun imajinasi, b) komposisi tekstur, garis, raut dan warna , c) bentuk dengan makna simbolik, d) kecenderungan abstrak melalui alam atau pengalaman manusia.

Dari 1983, Studio Seni Lukis menerapkan pendekatan pengajaran yang secara konseptual menampung kecenderungan utama penciptaan seni. Kecenderungan utama itu terdiri dari 4 konsep, yaitu mimesis-behavioris, formalisme-gestalt, simbolis-kognitif dan ekspresif-psikoanalisis. Pendekatan mimesis-behavioris diasumsikan sudah diberikan di TPB dalam kuliah-kuliah menggambar, oleh karena itu, tiga konsep lainnya yang dijadikan inti konsep pendidikan.

Penguasaan ketiga prinsip utama diberikan ditahap pengenalan pada kuliah kerja studio 211 dan 212 prinsip formalisme dikenalkan pada semester pertama (SM 211) sedang prinsip simbolisme dan ekspresivisme di semester ke dua (SM 212). Dalam hal ini, mahasiswa diasumsikan sebagai wadah yang masih kosong, sehingga perlu dikenalkan dengan tiga prinsip utama penciptaan seni. Dalam formalisme mahasiswa secara intensif mengenal bahasa rupa yang murni lewat garis, warna, raut dan tekstur dalam susunan lukisan yang bermakna . Dalam simbolisme, mahasiswa mencipta lukisan melalui pengorganisasian citra dan bahasa semantik. Melalui pendekatan ekspresivisme, mahasiswa mengenal cara pengungkapan dorongan emosi secara spontan dan intensif. Sebagai pengenalan, pola pembelajaran ditahap ini bersifat instruksional, meskipun dalam hal ini masih terdapat ruang pengembangan ide pribadi yang cukup luas.
Tahap berikut, pada kerja studio SM 311 dan SM 312, mahasiswa memasuki memasuki tahap pencarian atau penjelajahan (eksplorasi) . Disini, mahasiswa diberi kebebasan yang luas untuk mencari gaya, medium dan teknik yang sesuai dengan dirinya, seorang mahasiswa bisa memilih salah satu dari ke tiga prinsip yang ia pelajari pada tahap pengenalan, atau melakukan kombinasi antara dua atau tiga pendekatan. Mereka juga bebas memilih medium teknik, bahkan tidak jarang mahasiswa melakukan eksplorasi ke arah kolase atau menggarap ruang yang mengarah ke instalasi . Kemungkinan seperti itu terbuka karena karya instalasi bisa saja dicipta dengan pendekatan formal, simbolis, ekspresif atau kombinasi dari dua atau ke tiganya sekaligus. Selanjutnya, pada kerja studio SM 411, mahasiswa melakukan pendalaman atas penemuannya pada tahap eksplorasi. Waktu pendalaman selama satu semester itu, dimaksud untuk persiapan Tugas Akhir. Dalam tahap ini, mahasiswa telah mampu menyelaraskan antara konsep berkarya dan karyanya pada tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan. Berikutnya, mahasiswa siap memasuki Tugas Akhir dan bekerja secara mandiri.
Konsep pendidikan seni secara bertahap itu juga sejalan dengan teori proses kreatif. Dalam psikologi, kreativitas dilihat sebagi kumpulan berbagai kemampuan yang berbeda.
Kemampuan itu meliputi tiga daya yang juga berjenjang yaitu kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lancar (fluency), kemampuan untuk bersikap luwes (flexibility) dan kemampuan menghasilkan keaslian (originality) . Ke tiga kemampuan itu, jika disejajarkan dengan tahap-tahap kerja studio, menjadi tahap pengenalan – kelancaran, tahap pencarian – keluwesan dan tahap pendalaman – keaslian

 Lokasi : Gedung Seni Rupa Lt.2

2. Seni Grafis
Seni Grafis termasuk salah satu kegiatan seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk dwimatra dan dilaksanakan dengan menggunakan bermacam medium, proses dan teknik cetak. Karya seni grafis merupakan karya yang dihasilkan melalui proses cetak yang berlandaskan pada empat prinsip teknik cetak, yaitu : cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring. Mengingat seniman grafis akan terlibat dalam semua proses dari teknik tersebut, maka ia harus dapat menggarap medium cetak yang terdiri dari bermacam-macam bahan seperti kayu, logam, batu dan bahan-bahan lain. Pada bahan-bahan itulah ia melahirkan gagasan-gagasannya atau “bertualang” dalam menemukan persoalan-persoalan yang baru. Tanpa kehilangan nilai seninya, seni grafis dikerjakan melalui proses cetak yang dapat dibuat berulang-ulang sampai batas yang ditentukan . Maka terciptalah karya yang berlipat ganda. Penciptaan karya seperi itu merupakan “keistimewaan” pada penciptaan karya seni grafis. Sifat lipat ganda inilah yang memudahkan penyebaran karya kepada para peminat secara meluas. Hal ini juga yang menandai bahwa seni grafis mempunyai aspek sosial. Dengan berpegang kepada aspek sosial itu, maka suatu prospek yang cerah bagi perkembangan seni grafis Indonesia dimasa mendatang menjadi terbuka. Berangkat dari kenyataan dan harapan demikian, pada tahun 1964, Bagian Seni Rupa ITB membuka studio seni grafis , yang memberikan pendidikan spesialisasi dibidang tersebut.

Pendidikan yang diberikan di Studio Seni Grafis adalah pendidikan sarjana seni, oleh karena itu, para mahasiswa diharuskan mengikuti seluruh program yang disusun dalam suatu kurikulum yang dilaksanakan empat tahapan studi. Tahap pertama mempelajari dasar – dasar seni grafis yang meliputi pengenalan unsur-unsur penunjang seperti garis , bidang, tekstur, warna. bentuk dan ruang. Pemahaman serta penghayatan terhadap unsur-unsur tersebut diberikan bersama-sama dengan pengertian teknik dan media seni grafis, agar dapat membuka suatu pandangan dalam memvisualisasikan gagasannya melalui media seni grafis.
Karakter dari setiap prinsip teknik grafis harus sudah dapat dihayati, sejak mereka dikenalkan kepada proses pencetakan keempat prinsip teknik tadi. Begitu juga pengenalan pada karakter medium cetak yang berbeda-beda akan membuka banyak kemungkinan dalam menuangkan gagasan serta menemukan hal-hal baru dalam setiap penciptaan.

Tahap kedua, para mahasiswa ditingkatkan pengetahuannya dengan studi perpustakaan dan pemikiran yang berkaitan dengan sejarah seni grafis. Peningkatan ini diberikan dalam rangka mengenali pertumbuhan dan perkembangan gagasan-gagasan seniman grafis terdahulu dengan harapan dapat dipetik hal-hal positif bagi perkembangan pribadi masing-masing. Disamping itu, Peninjauan terhadap karya-karya seniman grafis kontemporer dan perkembangan-perkembangan baru seni “masa kini” akan menumbuhkan sikap pandangan ke depan. Proses teknik cetak terus dikembangkan, agar dapat mencapai suatu kemajuan yang maksimal. Pada akhir studi tahap ke dua sudah seharusnya prinsip-prinsip teknik cetak terkuasai, sehingga para mahasiswa sudah dapat menentukan pilihan teknik yang sesuai dengan gagasannya. Pada tahap ketiga, para mahasiswa masih terus ditingkatkan pengetahuannya dengan ditunjang oleh ilmu teori seni yang diberikan.

Tahap keempat merupakan tahap studi akhir, dan para mahasiswa diharapkan sudah dapat mempersiapkan diri untuk dapat berdiri sendiri dan memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan praktika kepada masyarakat. Mahasiswa sudah mampu menuangkan gagasan-gagasan pribadinya pada karya grafis dengan pilihan media dan teknik yang terkuasai dengan baik. Semuanya harus dapat dipertanggungjawabkan, baik pengetahuan, pengertian maupun karya-karya ciptaan pribadinya. Mereka yang telah mengikuti program pendidikan di studio seni grafis, setelah lulus diharapkan:
a) Mampu menelaah dan menghayati pengetahuan seni grafis untuk peningkatan pribadi dan wawasannya.
b) Memiliki kemampuan dan keterampilan proses cetak dalam bidang seni grafis.

Dengan bekal yang didapat, mereka diharapkan sudah siap umtuk memulai terjun ke masyarakat. Khususnya dapat turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kesenirupaan, terutama dalam bidang seni grafis.

                            Lokasi : Gedung Seni Rupa Lt.1 (dasar)

3. Drawing

                            Lokasi : Gedung Seni Rupa Lt.3