Konferensi Internasional “Art for Technology, Science, and Humanities” (ARTESH)

PRESS RELEASE

Sejalan dengan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Pendidikan yang Berkualitas, yang mengedepankan konsep keberlanjutan dan empati, Program Studi Seni Rupa FSRD ITB bermaksud menyelenggarakan Konferensi Internasional “Art for Technology, Science, and Humanities” (ARTESH) dengan tema Pendekatan Trans-Disiplin: Kontribusi Seni pada Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemanusiaan untuk Masa Depan (Refleksi, Interaksi, Proyeksi)”.

Dalam dekade terakhir ini terjadi perubahan, perkembangan dan pergerakan seni rupa dunia yang sangat dinamis. Gerakan dan arus besar dunia tampaknya memiliki kesamaan visi yaitu ‘kesadaran kembali’. Melakukan perenungan tentang budaya lama nampaknya menjadi salah satu tema utama dalam pertumbuhan seni rupa kontemporer. Aspek lainnya yang mendukung perubahan besar ini adalah proses penciptaan seni dengan berbasis riset yang menghasilkan media baru dan kecenderungan tema yang beragam. Kemudian didukung dengan teknologi informasi dan teknologi digital, karya-karya seni menghasilkan citra visual yang jangkauannya meluas secara nasional, juga ke wilayah regional maupun internasional.

Satu hal yang menarik dalam pergerakan transdisipliner ini adalah memudarnya batasan-batasan cabang seni dan juga dengan bidang ilmu lainnya dalam proses penciptaan karya seni. Hal ini merefleksikan sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai bidang ilmu lainnya tanpa batas. Sehingga lebih jauh dari sekadar mengkaji ke dalam bidang seni, kami mengajak untuk menelusur lebih dalam bagaimana seni berkontribusi dalam bidang lainnya, seperti teknologi, sains, dan kemanusiaan.

Pada akhirnya, seni rupa adalah bagian dari peradaban manusia yang tidak pernah putus aktivitasnya. Masing-masing kebudayaan menawarkan warna yang berbeda pada praktik dan hasil karya seni yang dihasilkan. Seperti halnya kebudayaan tradisional Indonesia yang beragam, peradaban manusia yang bergerak dari masa primitif hingga masa digital kini mewarnai medan seni rupa di berbagai lininya. Menilik kembali akar tradisi, dampak terkini multikulturalisme, dan kecenderungan transdisiplin yang terjadi di ranah praktik dan kajian seni rupa sudah barang tentu akan menghasilkan bekal strategi pengembangan pendidikan seni rupa di masa depan. Lebih jauh lagi, sebagai bagian dari kebudayaan, seni rupa seharusnya bisa memiliki posisi yang cukup penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan secara umum di berbagai tingkat pendidikan.

Kami berharap bahwa ARTESH dapat menghimpun beragam profesi dan latar belakang ilmu untuk berinteraksi dalam ranah akademik untuk merancang kualitas pendidikan yang lebih baik. Kini waktunya untuk bersinergi dalam menciptakan generasi yang lebih berkelanjutan dan penuh empati untuk masa depan yang lebih baik.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan buka Artesh

Berita Terkait